10 Keagungan Serta Keutamaan Ilmu dalam Islam

10 Keagungan Serta Keutamaan Ilmu dalam Islam

Sangat banyak dalil dari Al-Quran dan hadits yang menunjukkan ketinggian ilmu dan orang yang berilmu. Ini berarti Allah sangat meninggikan derajat orang yang berilmu. Yang mana dalam kehidupan orang berilmu akan dipandang tinggi dan ditinggikan kedudukannya.

Mencari ilmu merupakan kewajiban setiap manusia. Tanpa ilmu kita tidak bisa menjalani hidup ini dengan baik. Orang yang tidak memiliki ilmu biasanya akan di manfaatkan oleh orang lain. Bahkan, orang yang tak berilmu itu akan dibodohi oleh orang lain. Oleh karena itu, kita sebagai manusia yang diberi akal dan pikiran carilah ilmu demi kelangsungan hidup yang lebih baik.

Terdapat kisah yang sangat mengagumkan tentang keutamaan ilmu dalam pertanyaan kaum khawarij kepada Sayyidina Ali. Suatu ketika, kaum Khawarij mendengar sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya: “Aku adalah kota ilmu, dan Ali gerbangnya.”

Melihat kenyataan tersebut, mereka tidak mau menerimanya. Lalu berkumpullah para tokoh Khawarij untuk membuktikan hal tersebut.

“Kita tanyakan saja kepada Ali, sepuluh pertanyaan yang sama. Jika dia memberikan alasan yang berbeda, maka benarlah apa yang dikatakan Nabi,” usul seorang tokoh Khawarij.

Mereka kemudian mendatangi Sayyidina Ali secara bergilir dan melontarkan pertanyaan yang sama : “Lebih utama mana ilmu atau harta?”

Sayyidina Ali pun, selalu menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban yang sama: ilmu. Akan tetapi dengan alasan berbeda.

Kepada penanya pertama, ia menjelaskan ilmu warisan para nabi, harta merupakan warisan Qarun, Fir’aun dan lainnya.

“Ilmu menjaga mu, sedang harta kamulah yang menjaganya,” terangnya kepada penanya kedua.

“Pemilik ilmu sahabatnya banyak, pemilik harta musuhnya banyak.

“Ilmu akan bertambah jika kau pergunakan. Harta akan berkurang jika kau gunakan.”:

Kepada orang kelima dijawabnya, ”Pemilik ilmu akan dihormati dan dimuliakan. Pemilik harta akan ada yang menjulukinya si pelit.

“Harta perlu dijaga dari pencuri, ilmu tidak perlu menjaganya.

“Pemilik harta pada hari Kiamat akan dimintai tanggung jawab. Pemilik ilmu akan mendapat syafaat.

“Ketika dibiarkan dalam waktu yang lama harta akan rusak. Sedangkan ilmu tak akan musnah dan lenyap.

“Harta membuat hati jadi keras. Ilmu menjadi penerang hati.

“Pemilik harta akan dipanggil Tuan Besar. Pemilik ilmu akan dijuluki ilmuan. Andaikata kalian hidupkan banyak orang, maka aku akan menjawabnya dengan jawaban berbeda, selagi aku masih hidup,” tegas Sayyidina Ali kepada penanya terakhir.

Dan akhirnya, mereka pun kembali dalam pengakuan Islam. Semoga kisah tersebut dapat menyadarkan kita betapa pentingnya ilmu dalam kehidupan di dunia dan akhirat. Dan harta kekayaan tiada arti nya apa-apa dibanding dengan ilmu. Wallahu a’lam bisshawab.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *