Apakah Air Liur Itu Najis?

hukum air liur

Sebenarnya hukum air liur sendiri masih diperselisihkan oleh ulama'. Apakah dihukumi suci ataukah najis . Terdapat tiga pendapat berbeda menanggapi hukum air liur :

  1. Menurut Abu Al-Laits, salah seorang ulama' pengikut madzhab hanafi, air liur dihukumi suci secara mutlak.
  2. Menurut Imam Al-Muzani hukumnya najis secara mutlak.
  3. Menurut pendapat mu'tamad (pendapat yang dibuat pegangan) hukumnya ditafshil (diperinci) ; jika air liur yang keluar tersebut berubah, baunya tidak sedap atau berwarna kuning, maka hukumnya najis karena air liur tersebut keluar dari perut. Sedangkan bila tidak sampai berubah, maka dihukumi suci, karena keluar anak lidah (Al-Lahat). Pendapat ini dikemukakan oleh Imam Al-Juwaini dalam kitab "At-Tabshiroh Fil Waswasah" dan juga oleh Syekh Al-Mutawalli.

Syekh Ibnul Imad menjelaskan bahwa ada 3 tanda-tanda yang dijelaskan oleh ulama' bahwa air liur tersebut berasal dari pencernaan yang dihukumi najis :

  1. Air liurnya berwarna kuning
  2. Air liur tersebut keluar saat tidurnya lama
  3. Air liurnya keluar saat tidurnya tidak memakai alas palas kepalanya, semisal memakai bantal.

Namun apabila ragu apakah keluar dari perut atau tidak, lebih baik disucikan sebagai bentuk sikap berhati-hati (ikhthiyath).  Meskipun air liur najis jika berubah, namun najis tersebut dima'fu (tidak harus disucikan) bagi orang yang tidak bisa menghindarkan diri dari keberadaannya, maksudnya jarang sekali ia tidak mengeluarkan air liur.

Imam Nawawi dalam "Al-Majmu'' menyatakan bahwa hukum dari air liur adalah suci selama belum diyakini bahwa air liur tersebut benar-benar keluar dari dalam perut. Beliau sudah menanyakan sendiri pada beberapa ahli kedokteran yang terperpaya, dan hasilnya mereka semua mengingkari bahwa air tersebut keluar dari pencernaan , mereka juga mengingkari orang-orang yang mengharuskan membersihkan air liur.

Dari uraian diatas bisa diambil kesimpulan bahwa alasan bahwa air liur dihukumi najis bila memang keluar dari pencernaan, sehingga dihukumi najis seperti halnya muntah. Sedangkan jika keluar dari bagian mulut maka dihukumi suci sebagaimana ludah. Wallahu a'lam.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *