Apakah Orang Yang Batal Berhaji Juga Mendapat Pahala?

batal haji apakah dapat pahala

Dalam salah satu hadits diterangkan : "Allah menulis kebaikan dan kejahatan, " selanjutnya beliau jelaskan; "siapa yang berniat kebaikan lantas tidak jadi ia amalkan, Allah mencatat satu kebaikan disisi-Nya secara sempurna, dan jika ia berniat lantas ia amalkan, Allah mencatatnya sepuluh kebaikan, bahkan hingga dilipat gandakan tujuh ratus kali, bahkan lipat ganda yang tidak terbatas, sebaliknya barangsiapa yang berniat melakukan kejahatan kemudian tidak jadi ia amalkan, Allah menulis satu kebaikan di sisi-Nya secara sempurna, dan jika ia berniat kejahatan dan jadi ia lakukan, Allah menulisnya sebagai satu kejahatan saja." ( Shohih Bukhori, no.6491 )

Dari hadits diatas dapat dipahami bahwasanya orang yang hendak mengerjakan suatu amal kebaikan, lalu ia tak jadi mengamalkannya, maka ia akan tetap mendapatkan pahala amal perbuatan tersebut jika memang ia berniat dengan sungguh-sungguh (hamm) untuk mengerjakannya. Jadi, yang dimaksud "Hamm" disini adalah keinginan kuat yang disertai dengan dorongan untuk mengerjakannya, bukan sekedar keinginan sesaat, tanpa ada kemauan yang bersungguh-sungguh.

Sa'id bin Al-Musayyab mengatakan :

"Barangsiapa berniat mengerjakan sholat, puasa, haji, umroh atau perang (jihad), kemudian ia tidak mampu mengerjakannya, maka Alloh akan memberikan (pahala) amal yan ia niatkan"

Syekh Ibnu Rojab dalam "Jami'ul 'Ulum Wal Hikam" menjelaskan bahwa orang yang berniat mengerjakan sesuatu, namun tidak mengerjakannya mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang mengerjakannya dalam pokok pahala amal tersebut, namun hanya orang yang mengerjakan amal ibadah tersebut yang akan mendapatkan pokok pahala amal tersebut ditambah dengan kelipatan pahalanya, sedangkan orang yang berniat tanpa mengerjakannya hanya akan mendapat pokok pahalanya saja. Ketentuan ini didasarkan pada firman Allah:

"Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat, kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk  dengan beberapa derajat." ( Q.S. An-Nisa' : 95 )

Ibnu Abbas menjelaskan, orang-orang yang duduk (tidak ikut berperang) yang diungguli satu derajat oleh orang-orang yang ikut berperang adalah orang-orang yang tidak ikut perang karena udzur. Sedangkan orang-orang yang duduk yang diungguli beberapa derajat oleh orang-orang yang ikut berperang adalah orang-orang yang tidak ikut perang tanpa adanya udzur.

Kesimpulannya, orang yang meninggal dunia sebelum bisa melaksanakan haji, sedangkan ia sudah berniat untuk mengerjakannya tersebut tetap mendapat pahala ibadah haji, meskipun ia tidak mendapatkan kelipatan pahala sebagaimana orang yang mengerjakan haji. Wallohu a'lam

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *