Apakah Orang Yang Meninggal Bunuh Diri Wajib Disholati ?

Apakah Orang Yang Meninggal Bunuh Diri Wajib Disholati

Menurut pendapat madzhab Syafi'i dan juga mayoritas ulama’ orang yang mati dengan cara bunuh diri tetap diwajibkan untuk disholati. Diantara dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata :

“Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sholatlah kalian untuk orang yang telah mengucapkan Laa Ilaaha Illallah (beragama islam)” (Sunan Daruqutni, no.1761 dan Mu’jam kabir, no.13622).

Sedangkan menanggapi hadits yang mengisahkan bahwa nabi tidak ikut mensholati orang fasiq, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Samuroh radhiyallahu 'anhu, beliau mengisahkan :

“Seorang lelaki bunuh diri dengan pisau, maka Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Kalau saya, maka saya tidak shalatkan dia.” (Sunan Nasa’i, no.1964)

Para ulama’ menjelaskan bahwa nabi melakukan hal tersebut sebagai hukuman moral (zajron) agar orang-orang yang masih hidup jera dan tidak lagi berbuat maksiat ketika melihat bahwa nabi tak ikut mensholati orang yang fasiq.

Selain itu para ulama’ telah menetapkan bahwa sesuatu yang tidak dikerjakan nabi tidak bisa langsung diartikan bahwa perbuatan itu terlarang, kenyataannya meskipun nabi tak ikut sholat jenazah para sahabat tetap mensholati orang yang mati dalam keadaan fasiq.

Sebagian ulama' lainnya menyatakan bahwa hukum yang terdapat pada hadits yang menjelaskan bahwa Nabi tidak mesnsholati jenazah orang yang mati bunuh diri tersebut sudah mansukh (dihapus/tidak berlaku lagi hukumnya).

Jadi kesimpulannya, orang yang mati bunuh diri tetap disholati sebagaimana jenazah lainnya. Wallahu a’lam.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *