Apakah Wanita Wajib Dikhitan?

wanita disunat khitan

Terdapat perbedaan pendapat dikalangan ulama’ mengenai hukum khitan bagi wanita mengenai masalah hukum khitan bagi wanita :

Pendapat pertama, menyatakan bahwa khitan bagi wanita hukumnya adalah wajib. Pendapat ini adalah pendapat Madzhab Syafi’i dan Madzhab Hambali. Diantara dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh aisyah rodhiyallohu ‘anha yang artinya :

“Ketika 2 khitan bertemu maka telah wajib mandi” (Sunan Turmudzi, no.108, Sunan Ibnu Majah, no.608 dan Shohih Ibnu Hibban, no.1183)

Pendapat kedua menyatakan bahwa khitan bagi wanita hukumnya tidak wajib. Pendapat ini adalah pendapat Madzhab Hanafi dan Madzhab Maliki, hanya saja mereka berbeda pendapat dalam menentukan status hukumnya, menurut madzhab hanafi khitan bagi wanita adalah sebuah “kemuliaan” (makromah) namun tidak sampai dihukumi sunat, sedangkan menurut madzhab Maliki khitan bagi wanita hukumnya sunat. Diantara dalilnya adalah hadits :

“Khitan merupakan sebuah sunah bagi laki – laki dan kemuliaan bagi perempuan” (Musnad Ahmad, no.20719, Sunan Baihaqi, no.17565-17569 dan Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah, no.26468)

Sedangkan khitan bagi wanita dilakukan dengan cara memotong sedikit bagian kulit yang berbentuk seperti cembel ayam jago yang berada diatas tempat keluarnya air kencing, pada alat kelamin wanita, dan tidak dilakukan dengan memotong semua bagian tersebut karena bisa – bisa berdampak buruk dengan hilangnya syahwat wanita. Dalam satu hadits dijelaskan :

"Sesungguhnya ada seorang perempuan di Madinah yang berkhitan, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepadanya: "Janganlah engkau habiskan semua, sebab hal itu akan mempercantik wanita dan disukai oleh suami." (Sunan Abu Dawud, no.5271)

Dari uraian diatas sudah jelas bahwa khitan bagi wanita bukanlah hal yang disepakati oleh para ulama’ dan caranya bukan dengan memotong keseluruhan bagian tersebut yang akan menghilangkan syahwat wanita sebagaimana yang banyak disalah pahami orang, namun dilakukan dengan memotong sedikit saja bagian tersebut, dan hal ini bahkan bertujuan untuk menstabilkan syahwat wanita. Wallohu a’lam.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *