Bagaimana Islam Menyikapi Kasus Transgender ?

hukum transgender

Adalah untuk mendeskripsikan orang-orang yang merasa dan terlihat memiliki perbedaan pada jenis kelamin yang ditetapkan saat mereka baru saja dilahirkan. Ya, “Transgender” adalah istilah yang sering digunakan untuk mendiskripsikan orang-orang yang seperti dijelaskan sebelumnya. Orang-orang transgender bukan hanya lahir dari kalangan non muslim, kaum muslim pun juga turut menyumbang jumlah persentase dari orang-orang transgender tersebut. Lantas Bagaimana Islam Menyikapi Kasus Transgender ?

Bagaimana Islam Menyikapi Kasus Transgender ? Ya, pertanyaan yang tepat ! Jika Anda pernah mendapati pertanyaan tersebut terlintas pada pikiran Anda, maka Anda adalah salah seorang dengan keimanan yang kuat. Sudah cukup jarang orang-orang mengkaitkan segala sesuatu dengan sumber hukum semesta alam yakni Al-Qur’an. Terpengaruh dengan budaya Barat dan terbujuk oleh manisnya rayuan setan adalah orang-orang di masa sekarang ini. Oleh karenanya Anda disebut sebagai orang dengan keimanan yang kuat apabila segala sesuatunya selalu Anda dasari dengan Al-Qur’an, sebab kitab suci tersebut adalah pedoman bagi semua umat yang ada di bumi ini.

Kembali mengulang sejarah di mana Tuhan Semesta Alam begitu murka dengan tindakan yang dilakukan oleh kaum Nabi Luth. Kisah kaum Nabi Luth ini sebenarnya sudah dikisahkan dalam Al-Qur’an di mana kisah tersebut merupakan bentuk dari kemurkaan Tuhan terhadap kaum-kaum Nabi Luth yang sering melakukan perbuatan keji yang dilarang oleh Allah.

Nabi Luth adalah salah seorang yang mendapat kepercayaan dari Tuhan untuk merangkul orang-orang yang ada di bumi agar bisa bersama-sama menempuh jalan yang diridhai-Nya. Pada suatu ketika, kaum yang diperintah oleh Nabi Luth telah melakukan perilaku menyimpang dan perilaku tersebut tidak pernah terjadi pada masa itu. Adalah sodomi atau yang kita kenal dengan homoseksual.

Ya, kaum Nabi Luth pada saat itu sering kali melakukan perilaku menyimpang dengan sesama jenis. Nabi Luth pun menyerukan kepada kaumnya agar menghentikan penyimpangan sesama jenis itu. Namun bukan malah mereka sadar diri dengan perilaku menyimpang yang dilakukannya, perilaku mereka malah memuncak dan mengabaikan apa yang telah diserukan oleh Nabi yang dipercayainya pada saat itu.

Nabi Luth gagal menyampaikan perintah Allah kepada kaumnya dan Allah pun murka akan perilaku kaum-kaum Nabi Luth. Dan, pada akhirnya Allah membinasakan kaum-kaum Nabi Luth dengan mendatangkan sebuah bencana yang mengerikan. Di mana peristiwa yang telah diceritakan di dalam kitab suci Al Qur’an ini dapat dijadikan sebagai pengalaman buruk agar kaum-kaum Muhammad tidak melakukan perbuatan yang sama.

Kita yang termasuk dalam golongan kaum Muhammad, sejengkal demi sejengkal mulai melupakan peristiwa maha dahsyat yang dialami oleh kaum Nabi Luth. Manusia mulai melupakan risalah dari para Nabi yang dipercayainya, pun juga manusia ingin membuktikan kembali betapa murka-Nya Tuhan terhadap kemaksiatan yang dilakukan oleh hambanya.

Adalah Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Kendati dengan populasi kaum muslim yang cukup besar, namun tidak berarti orang-orang yang tinggal di Indonesia dapat membendung besarnya amarah yang dimilikinya hingga pada akhirnya mengakibatkan kerusakan moral. Misal sebagai contoh adalah waria (wanita pria), mungkin awalnya Anda merasa tabu dengan sosok waria, namun berjalannya waktu banyak pria yang justru membutuhkannya untuk melampiaskan gairah yang dimilikinya.

Ketika menuju kedewasaan, orang-orang transgender berupaya untuk mencari jati dirinya yang dikehendaki dengan hatinya. Orang-orang transgender dengan fisik pria akan memilih untuk berpenampilan seolah-olah wanita dan orang-orang transgender dengan fisik wanita bisa saja berpenampilan menyerupai pria. Kondisi seperti ini sudah bukan yang pertama kalinya terjadi, bahkan di Indonesia sudah sering kita jumpai, baik dari kalangan pekerja komersil, selebriti dan orang-orang dengan profesi lainnya.

Na'udzubillahi min dzalik, marilah kita sadar diri dengan status kita sebagai hamba biasa yang tidak memiliki suatu kekuatan untuk melawan kebesaran-Nya. Janganlah melakukan perbuatan yang akan mendekatkan diri Anda ke neraka, redam lah amarah-Nya agar Yang Masa Kuasa tidak murka dengan kita. Belajarlah dari peristiwa yang sudah pernah ada, jangan melakukan kesalahan untuk yang kedua kalinya hingga pada akhirnya membuat-Nya murka dan menghukum kita.

Tuhan sangat benci dengan mereka yang melanggar perintah-Nya. Alangkah lebih baiknya jika kita bertabarruk dengan mengambil suatu manfaat dari kisah-kisah para nabi yang kita percayai. Sebagai contoh adalah bertabarruk dengan kisah Nabi Sulaiman yang diberikan keberkahan berupa harta yang melimpah. Ada baiknya kita mencontoh perilaku Nabi Sulaiman yang senantiasa mau beramal dengan harta yang dimilikinya sehingga Tuhan senantiasa membalas amal baiknya dengan keberkahan berupa harta yang melimpah.

Pun juga Anda bisa Bertabarruk Dengan Memanfatkan Benda Mati sebagai perantara untuk mempercayai keagungan Tuhan Semesta Alam. Adalah Mani Gajah, Tasbih Karomah, Bulu Perindu dan Azimat & Rajah sebagai sarana supranatural yang bisa dijadikan sebagai perantara untuk meningkatkan kepercayaan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga dengan kedekatan Anda dengan Tuhan maka segala hajat yang Anda miliki dapat dimudahkan.

Bagaimana Islam Menyikapi Kasus Transgender ? Adalah dengan selalu mengingat peristiwa yang pernah terjadi pada kaum Nabi Luth, dengan demikian maka ketakutan kita akan kemurkaan Tuhan akan menghindarkan kita dari perbuatan menyimpang itu. Dan kita tahu bahwa Tuhan Maha Pemaaf, akui lah kesalahan Anda kepada-Nya, maka Tuhan akan memaafkannya. Bila taubat yang Anda lakukan berdasarkan dengan hati dan keikhlasan serta tidak akan melakukan kesalahan tersebut untuk yang kedua kalinya, maka niscaya Anda melakukan taubat karena alasan takut akan Tuhan, maka Tuhan akan memberikan kehidupan yang lebih baik dari pada yang Anda jalani sebelumnya.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *