Bagaimana Jika Nadzar Dilanggar

hukum nadzar

Nadzar menurut bahasa adalah janji secara mutlak baik berupa perbuatan baik atau buruk. Sedangkan menurut syara’ adalah mewajibkan diri untuk melaksanakan suatu qurbah (ibadah) yang bukan fardhu ‘ain dengan sighat tertentu. Nadzar hanya berlaku pada ibadah sunnah (seperti shalat/puasa sunnah) atau fardhu kifayah (seperti shalat jenazah, jihad fi sabilillah, dll), sehingga tidak sah nadzar pada ibadah fardhu ‘ain (seperti shalat 5 waktu, puasa ramadhan, dll) atau yang bukan ibadah, baik pekerjaan mubah (seperti makan, tidur,dll), makruh (seperti puasa dahr bagi orang yang khawatir sakit) ataupun haram (seperti minum khomr, berjudi, dll).

Menurut pembagiannya, nadzar dibagi menjadi dua, yaitu nadzar lajaj dan nadzar tabarrur. Nadzar lajaj yaitu nadzar yang berupa anjuran pada diri sendiri untuk melakukan sesuatu, atau pencegahan dari melakukan sesuatu atau karena marah dengan mewajibkan pada dirinya untuk melakukan sesuatu. Misalnya : pernyataan “jika aku berbicara dengan Zaid, maka aku akan berpuasa satu hari”, dalam pernyataannya “jika aku berbicara dengan Zaid” bisa karena didasari marah kepadanya, atau ingin mencegah dirinya dari berbicara dengannya atau hanya karena ingin mendorong dirinya untuk berpuasa.

Yang kedua adalah nadzar tabarrur, yaitu nadzar yang tidak digantungkan dengan sesuatu apapun atau digantungkan dengan sesuatu yang disukai. Misalnya pertama : “aku nadzar puasa hari senin dan kamis” , misal kedua : “ jika aku sembuh dari penyakitku, maka aku akan bersedekah”

Syarat-syarat nadzir (sebutan bagi orang yang bernadzar) :

  • Beragama islam (khusus untuk nadzar tabarrur, sedangkan nadzar lajaj tidak disyaratkan muslim).
  • Atas kehendak sendiri (bukan terpaksa).
  • Orang yang sah tasharrufnya (baligh dan berakal ).
  • Memungkinkan untuk melaksanakan nadzarnya.

Maka tidak sah nadzar anak kecil, orang gila, dalam keadaan dipaksa, melakukan perkara yang tidak memungkinkan untuk melaksanakannya seperti nadzar puasa bagi orang yang sakit parah dan nadzar orang kafir (khusus nadzar tabarrur)

Pada dasarnya pelaksanaan nadzar adalah wajib, namun jika kita meninggalkannya, maka orang yang meninggalkan nadzar tersebut memiliki had (hukuman) bagi yang melanggarnya. Adapun jika nadzar tersebut merupakan nadzar lajaj, maka nadzir haruslah memilih diantara mengerjakan apa yang dinadzari atau nadzir membayar kafaroh yamin, yaitu dengan mengerjakan salah satu dari pilihan ini:

  • Membebaskan budak muslim
  • Member makan 10 orang miskin (setiap orang satu mud / kurang lebih 7,5 ons)
  • Member pakaian kepada orang miskin
  • Jika tidak mampu melaksanakan salah satu yang diata, maka wajib puasa selama tiga hari

Adapun jika nadzar tersebut merupakan nadzar tabarrur, maka nadzir wajib melaksanakan apa yang telah dinadzari tanpa ada pilihan mengerjakan kafaroh yamin.

Semoga artikel diatas bermanfaat untuk kita semua serta menambahkan ketaqwaan kita kepada Allah Ta'ala.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *