Bolehkah Berlebihan Dalam Berwudhu?

Sebelum kita menjawab pertanyaan tersebut, marilah kita melihat sebuah hadits dari Abdullah bin Mughaffal Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Akan muncul dari umatku sekelompok kaum yang berlebihan dalam bersuci dan berdoa.” (HR. Ahmad 20554, Abu Daud 96, Ibnu Majah 3864, Syuaib Al-Arnauth menilai hadis ini hasan).

Dari keterangan hadits di atas, semua ulama’ telah sepakat bahwa berlebihan dalam menggunakan air ketika berwudhu tidak diperbolehkan meskipun ia berada di pinggir laut, pendapat ini berdasarkan pada hadits Nabi;

“Dari Abdullah bin ‘Amrbin ‘Ash bahwasanya Rasulullah SAW berjalan melewati Sa'ad yang sedang berwudhu' dan menegurnya, "Kenapa kamu boros memakai air?", Sa'ad balik bertanya, "Apakah untuk wudhu juga tidak boleh boros?", Beliau SAW menjawab,"Ya, tidak boleh boros meskipun kamu berwudhu di sungai yang airnya mengalir.” (Musnad Ahmad, no. 7065) .

Sedangkan untuk hukum kemakruhan dalam berlebihan menggunakan air pada saat wudhu ini apabila:

  1. Membasuh atau mengusap bagian tubuh saat berwudhu lebih dari 3 kali, dan jawaban ini berdasarkan hadits dalam kitab Al Fiqh al Islamiy wa Adillatuh, juz 1 hal. 362-363: "Suatu ketika datang seorang badui menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan bertanya tentang tata cara wudhu. Beliaupun mengajarinya tata cara wudhu 3 kali – 3 kali. Kemudian beliau bersabda, “Seperti ini wudhu yang benar. Siapa yang nambahi lebih dari tiga, dia telah berbuat salah, melampaui batas, dan bertindak zdolim.” (HR. Musnad Ahmad 6684, Nasai 140, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth,Sunan Turmudzi, no. 140)
  1. Basuhan atau usapan tersebut memang diniatan untuk wudhu, jadi apabila basuhan atau usapan tersebut semisal niatnya untuk membersihkan badan atau agar badannya segar, maka hal tersebut tidak dimakruhkan, sebab yang dilarang adalah memakai air secara berlebihan untuk wudhu. Sesuai dalam kitab Al Majmu' Syarh al Muhadzdzab, juz 1 hal. 438
  2. Air yang digunakan untuk wudhu bukan air yang diwakafkan, jika yang dipakai Anda gunakan adalah air yang diwakafkan untuk wudhu, maka hukumnya bukan makruh lagi, melainkan sudah menjadi haram, karena suatu benda yang diwakafkan untuk suatu tujuan diharamkan dipakai untuk keperluan lain. Dalam kitab I'anah ath Thalibin juz 1 hal. 65

Kesalahan semacam ini, umumnya dilakukan oleh mereka yang terjangkit penyakit was-was dalam beribadah. Karna rasa was-was merupakan godaan setan. Dan islam telah mengajarkan kepada kita untuk berusaha menghindari penyakit ini.

Dalam upaya menghindari penyakit ini, anda bisa melakukannya dengan selalu dan tetap mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena hanya Allah tempat pelindung serta tempat meminta pertolongan. Mohonlah kepada-Nya apa yang anda inginkan, tingkatkan ibadah anda agar selalu dekat dengan-Nya.

anda juga dapat menggunakan sarana atau benda sebagai perantara yang anda yakini dapat mendekatkan diri kepada-Nya, menambah ketekunan ibadah anda dengan cara memperdalam ilmu batin, menggunakan Tasbih Karomah, juga jimat pengobatan. Karena amalan serta benda-benda ini diyakini dapat memberi manfaat pada penggunanya.

Namun ingatlah selalu bahwa segala sesuatu itu datangnya dari sang pencipta, dan barang-barang yang anda gunakan hanya sebagai wasilah atau perantara saja untuk menuju pada-Nya. Jangan jadikan benda-benda tersebut sebagai tuhan anda, sehingga anda melupakan Allah SWT yang memberi anda kesembuhan dan kenikmatan yang tak ternilai harganya.

Wallahu a'lam bis showab

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *