Bolehkah Wanita Haid Masuk dalam Masjid ?

Bolehkah-Wanita-Haid-Masuk-dalam-Masjid

Sebagian ulama melarang seorang wanita masuk dan duduk di dalam masjid dengan dalil yang diriwayatkan Abu Daud yang artinya:

 “Aku tidak menghalalkan masjid untuk wanita yang haidh dan orang yang junub.”

Akan tetapi hadits di atas merupakan hadits dho’if (lemah) meski memiliki beberapa syawahid (penguat) namun sanad-sanadnya lemah sehingga tidak bisa menguatkannya dan tidak dapat dijadikan hujjah. Syaikh Albani rahimahullaah telah menjelaskan hal tersebut dalam ‘Dho’if Sunan Abi Daud’ no. 32 serta membantah ulama yang menshahihkan hadits tersebut seperti Ibnu Khuzaimah, Ibnu al Qohthon, dan Asy Syaukani. Beliau juga menyebutkan ke-dho’if-an hadits ini dalam Irwa’ul Gholil’ I/201-212 no. 193.

Berikut ini sebagian dalil yang digunakan oleh ulama yang membolehkan seorang wanita haid duduk di masjid (Jami’ Ahkamin Nisa’ I/191-192):

  1. Adanya seorang wanita hitam yang tinggal di dalam masjid pada zaman Nabi Muhammad. Namun tidak ada dalil yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad memerintahkannya untuk meninggalkan masjid ketika ia mengalami haidh.
  2. Sabda Nabi Muhammad saw kepada ‘Aisyah radhiyallahu’anha, “Lakukanlah apa yang bisa dilakukan oleh orang yang berhaji selain thowaf di Baitullah.” Larangan thowaf ini dikarenakan thowaf di Baitullah termasuk sholat, maka wanita itu hanya dilarang untuk thowaf dan tidak dilarang masuk ke dalam masjid. Apabila orang yang berhaji diperbolehkan masuk masjid, maka hal tersebut juga diperbolehkan bagi seorang wanita yang haidh.

Jadi kesimpulannya wanita yang sedang haid diperbolehkan masuk dan duduk di dalam masjid karena tidak ada dalil yang jelas dan shohih yang melarang hal tersebut. Namun, hendaknya wanita tersebut menjaga diri dengan baik sehingga darahnya tidak mengotori masjid. Wallahu a’lam bisshawab

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *