Contoh Sikap Tabarruk Yang Dilarang dan Diperbolehkan

Contoh-Sikap-Tabarruk-Yang-Dilarang-dan-Diperbolehkan

Tabarruk atau al-Barakah memiliki pengertian yakni mengharapkan keberkahan dari seseorang atau sesuatu yang diyakininya dapat dijadikan sebagai panutan, kepercayaan dan media atau alat bantu yang diyakini mampu menghadirkan keberkahan. Dalam Islam, tabarruk merupakan salah satu tindakan yang mubah hukumnya. Namun kadang kala terjadi kesalahpahaman dalam bersikap sehingga sikap tabarruk yang dilakukan oleh seseorang cenderung ditentang oleh khalayak lantaran sikap yang diambilnya bertentangan dengan keyakinan atau ajaran agama. Lantas contoh sikap yang bagaimanakah yang mencerminkan contoh sikap tabarruk yang dilarang dan diperbolehkan ?

Sebagian besar khalayak enggan mengakui sikap salah yang diambilnya. Kadang kala dengan berbangga hati seseorang mengunggulkan dirinya sendiri atas kebenaran yang dilakukannya, namun di mata orang yang lebih paham dan pandai darinya, belum tentu sikap yang dilakukannya tersebut mencerminkan kebenaran, sebab di dunia ini kebenaran hanyalah Tuhan yang memilikinya.

Tabarruk merupakan salah satu contoh sikap yang penuh dengan kesangsian, seseorang enggan bertabarruk lantaran takut akan hukumnya. Kendati demikian ada satu hal penting yang perlu Anda ketahui tentang tabarruk. Dalam Islam seseorang diperbolehkan untuk memperoleh berkah dari seseorang atau media yang diyakininya mampu memberikan manfaat.

Oleh para ulama menyimpulkan bahwasanya seseorang diperbolehkan untuk memperoleh berkah dari sesuatu yang diyakininya memberikan keberkahan, namun dengan syarat bahwa sikap tabarruk yang dilakukannya tersebut senantiasa tidak menyekutukan Tuhan dan senantiasa mengimani Tuhan sebagai Maha Pemberi segalanya.

Atas ridho atau ijin dari Tuhan lah seseorang memperoleh keberkahan. Tak kala ketika Allah SWT memberikan keberkahan berupa harta yang melimpah kepada Nabi Yusuf As, harta yang dimiliki oleh Nabi Yusuf tersebut sebenarnya didatangkan oleh Allah dari ketujuh penjuru mata angin di dunia ini dan sebagai makhlukNYA kita pun tidak akan pernah tahu kapan datangnya keberkahan yang diharapkannya tersebut. Kendati demikian, barang siapa yang dengan keikhlasan diri berikhtiar karenaNYA, maka tidak dapat dipungkiri bahwa Tuhan juga akan segera menjawab ikhtiar Anda dengan suatu keberkahan yang Anda kehendaki.

Hukum bertabarruk tidak dapat disamakan dengan Hukum Pelet Dalam Islam.  Pelet atau dalam bahasa arab disebut dengan At Tiwalah merupakan suatu sikap yang akan menjerumuskan seseorang kedalam kemusyrikan. Allah senantiasa memberikan kebebasan kepada hambanya untuk bertindak atau bersikap, namun bukan brarti tindakan yang dilakukannya tersebut mengarah pada perbuatan musyrik yang dapat menjadikannya murtad.

Beberapa contoh sikap dalam bertabarruk yang dapat Anda jadikan sebagai acuan dalam bertindak dibedakan menjadi dua golongan, yakni sikap bertabarruk yang diperbolehkan dan sikap bertabarruk yang dilarang. Sebagai contoh akan diuraikan beberapa contoh sikap bertabarruk yang dimaksudkan, adalah sebagai berikut :

Sikap tabarruk yang diperbolehkan

  • Bertabarruk dengan mukjizat atau berkah yang diturunkan oleh Allah kepada para Nabi dengan syarat ketika bertabarruk yang diimani adalah Allah Ta’ala, bukanlah makhluk ciptaanNYA.
  • Mengharapkan Berkah Dari Benda Mati dengan syarat bahwa benda yang diyakini mampu mendatangkan berkah tersebut tidak diartikan sebagai sesembahan yang pada akhirnya menjerumuskan seseorang kedalam kemusyrikan.

Sedangkan sikap yang bagaimanakah yang menunjukkan sikap yang salah dalam bertabarruk ! Pada dasarnya dua contoh sikap tabarruk yang dituliskan di atas dapat dikatakan salah, hal ini bergantung siapa yang diimani seseorang ketika bertabarruk. Sebagai contoh ketika Anda mempercayai Mani Gajah sebagai media yang dapat mempengaruhi kepercayaan diri Anda dalam menghadapi permasalahan asmara atau percintaan. Tabarruk Anda dinyatakan dalam salah satu contoh tindakan musyrik apabila keyakinan yang Anda miliki telah Anda palingkan terhadap benda mati yang Anda yakini mampu memberikan manfaat tersebut.

Hukum yang ada di dunia ini pada dasarnya bukan hanya hukum negara saja yang perlu Anda patuhi, hukum Islam juga perlu Anda kedepankan sebab sumber-sumber hukum yang ada di dunia ini hampir keseluruhan diambil  hukum Islam. Kitab Suci agama Islam, sering kali dijadikan sebagai pedoman dalam menentukan suatu hukum yang diberlakukan. Oleh sebab itu berbangga lah jika Anda terlahir sebagai seorang muslim, sebab ketika kiamat kelak kaum Muhammad akan mendapat syafaat dari Nabi akhir zaman yakni Nabi Muhammad SAW.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *