Dahsyatnya Keutamaan Puasa Sunnah di Bulan Dzulhijjah

keistimewaan-puasa-Tarwiyah-dan-Arafah

Puasa merupakan ibadah yang mulia di dalam agama islam, hukum puasa sendiri dibagi menjadi 2 yakni puasa wajib dan puasa sunah. Puasa wajib dilaksanakan ketika memasuki bulan Ramandan yaitu dari awal sampai akhir, adapun puasa sunah sangat banyak waktu yang di sunah kan. Salah satunya ialah puasa sunah di bulan Dzulhijjah atau yang sering disebut sebagai bulan haji.

Puasa sunah memang bukan suatu keharusan atan harus dilaksanakan setiap muslim, namun apabila dijalankan maka fadhilah nya sangat banyak untuk Anda. Berbeda halnya dengan puasa wajib yang apabila dengan sengaja tidak melaksanakan tanpa adanya udzur maka orang tersebut akan berdosa, tetapi bila orang tersebut tidak bisa melaksanakan puasa wajib karena ada udzur (halangan) maka tidak apa-apa, namun harus puasa wajib harus diganti pada waktu yang memungkinkan.

Dalam konteks ini yaitu puasa Allah Ta’ala memiliki tiga waktu istimewa yang masing-masing berisi sepuluh hari dalam setiap tahunnya yang di bahasakan dengan stalsta a’syaratin (sepuluh hari yang tiga) yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadhan (asyrul awakhir min ramadhan), 10 hari di awal bulan Dzulhijjah, dan 10 hari pertama pada bulan Muharram.

Disini kita kan membahas tentang puasa di bulan Dzulhijjah. Banyak hadits yang menerangkan keistimewaan bulan Dzulhijjah. Bulan yang seharusnya dimanfaatkan kaum muslimin untuk melipat gandakan ibadahnya karena pahala yang dijanjikan Allah Ta’ala di dalamnya sangat luar biasa. Dua hadits berikut dapat dijadikan ukuran keistimewaan bulan Dzul Hijjah ini.

  1. Dari Ibnu Abbas ra. ia berkata: “Tidak ada hari di mana amal shaleh di dalamnya sangat dicintai oleh Allah  melebihi 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah. Para sahabat lantas bertanya “apakah amal itu dapat membandingi pahala jihad fi sabilillah?” bahkan amal pada 10 hari Dzulhijjah lebih baik dari pada jihad fi sabilillah kecuali jihadnya seorang lelaki yang mengorbankan dirinya, hartanya, dan dia kembali tanpa membawa semua itu (juga nyawanya) sehingga ia mati sahid. Tentu yang demikian itu (mati sahid) lebih baik.”
  2. “Tidak ada hari yang paling disukai oleh Allah swt,  dimana Dia disembah pada hari itu kecuali, sepuluh hari bulan Dzulhijjah. Puasa satu hari di dalamnya sama halnya dengan puasa satu tahun. Ibadah, shalat malam sekali pada malamnya seperti sahalat malam selama satu tahun pula”

Ada tiga hari teristimewa dalam sepuluh hari spesial awal bulan Dzulhijjah, yaitu tanggal 8 Dzulhijjah yang disebut dengan yaumu tarwiyah, tanggal 9 Dzulhijjah yang disebut yaumul ‘arafah dan tanggal 10 Dzulhijjah yang disebut yaumun nahr. Meskipun tiga hari ini bernilai spesial, tetapi ketujuh hari lainnya juga masih tetap istimewa karena kandungan sejarah yang luar biasa.

Secara historis, Ibnu Abbas pernah menerangkan bahwa dalam rentangan sejarahnya hari-hari di sepuluh pertama bulan Dzulhijjah ini adalah hari penuh makna karena terjadi berbagai peristiwa besar yang berhubungan pada perubahan kehidupan manusia selanjutnya.

  1. Hari pertama Dzulhijjah adalah hari pertama dimaafkan nya Nabi Adam oleh Allah swt, setelah beberapa lama beliau meminta pengampunan atas kesalahannya memakan buah khuldi di surga. Oleh karena itu Rasulullah saw pernah bersabda:

Artinya: “Barang siapa yang berpuasa di hari pertama bulan Dzulhijjah maka Allah akan memaafkan dosa-dosanya sebagaimana yang terjadi kepada Nabi Adam”

  1. Hari kedua Dzulhijjah adalah hari diselamatkannya Nabi Yunus as oleh ikan Nun setelah beberapa hari berada di dalam perutnya sembari terus bertasbih dan beribadah kepada Allah swt. Pada hari inilah Nabi Yunus dipersilahkan keluar dari perut ikan Nun. Oleh karena itulah Rasulullah saw pernah bersabda:

Artinya: “Barang siapa beribadah di hari kedua bulan Dzulhijjah baginya pahala yang menyerupai ibadah satu tahun tanpa ada maksiat.”

  1. Hari ketiga Dzulhijjahh adalah hari dikabulkannya do’a nabi Zakariya as. untuk kemudian dianugerahi seorang anak.namanya Yahya. Adapun hari keempat Dzulhijjah adalah hari kelahiran Nabi Isa as. Hari kelima Dzulhijjah hari kelahiran Musa as. Hari keenam Dzulhijjah adalah hari-hari kemenangan para Nabi dalam memperjuangkan ajaran tauhid. Hari ketujuh bulan Dzulhijjah adalah hari ditutupnya pintu neraka Jahannam. Oleh karena itu Rasulullah saw pernah bersabda:

Artinya: “Barang siapa berpuasa di hari ke tujuh bulan Dzulhijjah akan ditutup tiga puluh kesulitan dalam hidupnya dan dibuka tiga puluh pitu kemudahan baginya”

Adapun hari kedelapan yang disebut dengan hari tarwiyah diantara fadhilah yang masyhur bagi mereka yang berpuasa pada hari tarwiyah maka baginya pahala yang sangat besar, yang karena sangat besarnya tiada yang tahu pasti ukurannya kecuali allah swt.

Begitu pula hari kesembilan yang disebut dengan hari tasu’a, barang siapa yang berpuasa pada hari kesembilan maka pahala baginya seperti berpuasa selama enam puluh tahun. Adapun pada hari kesepuluh yang disebut dengan yaumun nahr hari penyembelihan korban, maka diharamkan kepada siapa pun berpuasa waktu itu.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *