Inilah Hukum Rambut Rontok Saat Junub

Inilah Hukum Rambut Rontok Saat Junub

Junub merupakan keadaan dimana tubuh sedang dianggap kotor karena keluar mani atau bersetubuh, sehingga diwajibkan seseorang mandi dengan membasahi (membersihkan) tubuh dari ujung rambut sampai ke ujung kaki. Lalu bagaimana kah hukum nya rambut rontok ketika junub? Karena di saat junub tubuh sedang kotor atau tidak suci, lalu apakah rambut tersebut juga tidak suci?

Adapun hukum mandi menurut syar‘i terbagi dua yaitu mandi wajib dan sunah. Mandi sunah bilamana mandi itu diniatkan untuk melakukan ibadah seperti sholat Jumat, istisqa’, sholat gerhana, usai memandikan jenazah, wukuf, thawaf, atau masuk kota Mekkah dan ibadah lainnya. Sementara mandi wajib diperuntukkan bagi mereka yang dalam keadaan junub/berhadas besar karena keluar mani sebab jimak atau lainnya, usai haid, atau nifas.

Baik mandi wajib atau sunah, seseorang harus niat mandi wajib atau mandi sunah nya ketika hendak mengguyurkan atau membasuh kan air ke tubuh. Persoalan niat ini lah yang berupa sebuah kewajiban. Setelah berniat maka meratakan tubuh dengan air. Segala permukaan dan lipatan di tubuh mesti secara rata ter basuh air baik berbentuk bulu, kuku, maupun kulit. Perataan air ini tidak terkait sama sekali dengan sabun, yang ter penting adalah seluruh tubuh rata dengan air.

Bagaimana kalau sejumlah bagian itu terlepas seperti rambut rontok, kuku yang terpotong, amputasi beberapa bagian tubuh? Apakah bagian yang terlepas wajib dibasuh?

  • Imam Nawawi dalam kitab Raudlatut Thalibin wa Umdatul Muftiyin mengatakan: “Andaikan seseorang membasuh seluruh badannya kecuali sehelai atau beberapa helai rambut (bulu) kemudian ia mencabutnya”,
  • Imam Mawardi berpendapat: “Jika air dapat sampai ke akar helai itu, maka memadai lah. Tetapi jika tidak, maka ia wajib menyampaikan air ke dasar bulu itu.”
  • Sedangkan fatwa Ibnu Shobagh menyebutkan, “Wajib membasuh bagian yang tampak saja.” Pendapat ini lebih sahih.
  • Sementara kitab Albayan menyebut dua pendapat. Pertama, wajib (membasuh bagian tubuh yang terlepas). Kedua, tidak wajib. Karena, telah luput bagian yang wajib dibasuh. Ini sama halnya dengan orang yang ber wudhu tetapi tidak membasuh kakinya, lalu diamputasi.”

Jadi seseorang yang junub tidak perlu berpikir meskipun sekali untuk menyisir rambut karena takut rontok, memotong kuku, atau membersihkan bulu lainnya. Ia pun tidak perlu mengumpulkan rambut rontok dan potongan kukunya untuk dimandikan wajib bersama. Tetapi ada baiknya kalau ia menyisir atau memotong rambut, dan menggunting kuku setelah mandi wajib.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *