Cintailah Dia Karena Allah

syarat-menegakkan-rumah-tangga-islami-mengatasi-kegalauan-sebelum-pernikahan

Allah SWT telah menganugerahkan rasa cinta yang begitu dahsyatnya kepada setiap hamba-Nya. Allah lah yang juga telah mencatat siapa nama jodoh kita di dalam Lauhul Mahfudz dan yang akan menjadi iman kita kelak. Jika Allah menghendakkan dia sebagai jodoh kita, maka ia juga lah yang akan membina kita kelak.

Rasa cinta yang Allah anugerahkan kepada kita kadang malah sering disalah artikan dan berujung kepada yang ingkar dan berbuat maksiat. Terlalu mencintai seseorang terkadang membuat kita lupa hakikat dari mencintai menurut pandangan Islam. Bila seorang mencintai hendaklah karena Allah SWT dan bukan karena hal yang bersifat duniawi semata. Meskipun memang pernikahan yang selalu memperhitungkan masalah duniawi tidak diharamkan.

Jangan hanya karena terobsesi lantas kita lupa dan justru menjurus kepada kemaksiatan. Mengambil jalan pintas seperti menggunakan guna-guna, susuk atau pun pelet agar orang yang dituju dapat mencintai kita bukan lah hal yang benar.

Ibnu Qudamah Al-Maqdisi menuturkan, “Sihir adalah ikatan-ikatan (buhul), jampi-jampi, perkataan yang dilontarkan secara lisan maupun tulisan, atau melakukan sesuatu yang mempengaruhi badan, hati atau akal orang yang terkena sihir tanpa berinteraksi langsung dengannya. Sihir ini mempunyai hakikat, di antaranya ada yang bisa mematikan, membuat sakit, membuat seorang suami tidak dapat menggauli istrinya atau memisahkan pasutri (pasangan suami-istri) atau membuat salah satu pihak membenci yang lainnya atau membuat kedua belah pihak saling mencintai”.

Dalam penjelasannya juga dikatakan bahwasannya menggunakan sihir hitam masuk ke dalam kategori dosa besar. Di dalamnya mengandung maksut terselubung dan meminta bantuan kepada selain Allah SWT. Yaitu syaithan.

Jika benar mencintai tidak lantas menggunakan hal yang justru merugikan diri sendiri. Mencintai bukan hanya perihal memiliki saja. Dalam kasus yang sama Allah SWT mengizinkan kita untuk menggunakan benda-benda yang diberkahi oleh-Nya. Seperti menggunakan air zam-zam untuk tujuan tertentu yang pasti dengan hajat yang baik. Begitu juga dengan penggunaan Tasbih Pengasihan yang telah dianugerahi berkah yang sangat luar biasa oleh Allah SWT. Menggunakan Tasbih ini untuk keperluan pengasihan hukumnya diperbolehkan selagi dengan hajat yang baik dan tetap memohon pertolongan kepada Allah SWT.

Meskipun hal ini sangat diperbolehkan, namun bukan berarti kita lantas menyimpulkan bahwa benda tersebut lah yang hebat dan bukan Allah SWT. Mengimani benda yang memiliki berkah bukan termasuk dalam rukun iman. Meski pun memang benar, dengan memanfaatkan benda-benda tersebut kita lebih percaya diri dan dapat merealisasikan hajat kita. Namun sekali lagi. Barokah yang terdapat di dalam benda tersebut datangnya dari Allah SWT. Dan selayaknyalah kita hanya mengimani-Nya saja.

Cintailah dia (yang akan menjadi muhrimmu) hanya karena Allah SWT.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *