Mitos Darah Haid, Benarkah?

mitos darah haid

Ada berbagai mitos yang telah menyebar di kalangan masyarakat. Terlebih dengan mitos-mitos ghaib yang terkadang membuat siapa saja menjadi takut dan malah tidak berani melanggar aturan tersebut.

Mitos sendiri memiliki arti cerita rakyat yang menceritakan kejadian masa lampau dan telah diyakini oleh kebanyakan orang. Umumnya mitos menceritakan tentanng keberadaan mahkluk tertentu dan suatu daerah yang dianggapnya tidak biasa. Kemudian hal ini berkembang dan justru diyakini keberadaannya.

Dari sekian banyak mitos, saya akan mengusung tema mengenai mitos darah haid yang dianggap keramat. Mengapa? Entah lah.

Ada berbagai sumber yang mengatakan bahwa darah haid adalah sejenis darah yang tidak biasa. Meski begitu, darah haid menurut pakar kesehatan hanyalah hal wajar yang di alami oleh para kaum perempuan sebagai bentuk pengeluaran darah kotor yang ada di dalam tubuh.

Saking diangggapnya berbeda, beredar film-film horror yang mengusung tema darah haid dan darah-darah lainnya. Hal ini tentu menimbulkan berbagai pertanyaan di kehidupan nyata. Benarkah darah haid dianggap se-misterius itu? Atau hanya tipuan-tipuan para sutradara dalam menggarap film mereka?.

Dengan beredarnya mitos ini, ada sedikit yang menjelaskan bahwa darah haid dapat digunakan untuk me-melet seseorang. Caranya? Saya pernah membaca disebuah situs di jejaring sosial, disana dikatakan bahwa untuk memelet menggunakan darah haid adalah dengan mencampurkan minuman yang biasa diminum oleh korban dengan darah haid wanita yang mengidam-idamkan. Pelet kategori ini dikatakan sebagai pelet hitam. Bahkan dikatakan sebagai pelet yang ampuh dalam menaklukkan hati para pria.

Masalah hukumnya tentu dikatakan haram. Pelet jenis ini tidak hanya dapat merugikan orang lain. Namun juga bersekutu dengan makhluk halus lainnya untuk membantu melancarkan misi si pelaku. Apalagi darah haid adalah jenis darah yang menyandang predikat ‘najis’.

Tidak banyak yang tahu bahwa mitos darah haid memang benar-benar ada. Namun untungnya  hanya sedikit orang yang mempercayai dan melakukan hal ini. Karena bila dipikir, menggunakan pelet hanya akan menimbulkan efek negatif saja. Akan lebih baik bila menggunakan cara yang disukai oleh Allah. Ta’aruf.

Sejatinya ilmu pelet sama dengan sihir. Allah melarang menggunakan ilmu itu. Allah SWT berfirman:

“Dan tidaklah kami megajarkan (sihir) kepada seorang pun sampai kami berkata sesungguhnya kami adalah fitnah (ujian), maka janganlah kalian kafir” (QS. Al-Baqarah : 102 ).

Terakhir, jangan hanya karena kita terobsesi dengan seseorang lantas menjadikan diri kita termasuk ke dalam golongan-golongan orang yang ingkar dan kafir.

Semoga bermanfaat.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *