Mitos Kuntilanak: Antara Ada Dan Tidak Ada

Kuntilanak selalu di gambarkan sebagai sosok wanita dengan gaun lusuh, rambut hitam yang memanjang dan juga tawa yang khas dan penuh misteri. Kuntilanak selalu menjadi momok yang menyeramkan. Kebiasaannya yang selalu berada di ranting-ranting pohon membuat siapa saja menjadi tercengang dan bahkan merasa ketakutan.

Konon menurut masyarakat, kuntilanak adalah sejenis ruh dari seorang wanita yang mati bunuh diri. Ruhnya yang tidak tenang tersebut lantas menghantui siapa pun dan membuat resah banyak orang.

Sebagian orang mengaku pernah  bertemu dengan kuntilanak. Entah hanya halusinasi atau pun syaitan yang tengah menipu daya manusia. Jika dipikir secara logika, apakah ruh yang gentayangan tersebut memang benar-benar ada? Lalu mengapa dia tidak kembali kepada-Nya? Bagaimana bisa ia tersesat dan justru mengganggu manusia? Entahlah. Semua jaawaban itu seolah menjadi misteri dan justru belum menemukan titik terang dari sebuah jawaban.

Ruh sendiri adalah salah satu dari ciptaan Allah SWT yang dimasukkan kedalam jiwa-jiwa manusia ketika mereka tengah berada didalam kandungan yang berusia empat bulan sepuluh hari. Bila dipikir dengan jeli, tidak mungkin ada ruh dari orang mati yang gentayangan dan mengganggu manusia di bumi.

Jika seperti itu adanya,  bagaimana dengan anggapan masyarakat mengenai kuntilanak? Berarti jika ada wanita yang mati bunuh diri, maka ia berubah menjadi kuntilanak? Atau hanya beberapa saja yang gentayangan? Dan yang lainnya sudah merasa tenang? Sudah lah. Hanya Allah SWT saja yang tahu tentang misteri dari mitos kuntilanak ini. Karena sesungguhnya Dia adalah yang Maha Mengetahi dan Maha Bijaksana.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *