Neraka dan Calon Penghuninya

neraka dan penghuninya

Dijelaskan di Al-qur’an gambaran tentang neraka. Takut adalah perasaan yang akan menyelimuti setiap manusia. Ketika Tuhan telah menghancurkan alam semesta ini, tidak ada satu manusia pun yang bisa melawan dan luput dari kehancuran dunia. Mereka yang sudah meninggal akan dibangkitkan dan dihisab amal perbuatannya ketika hidup di dunia. Adalah neraka tempat  bagi mereka yang  semasa hidup di dunia menentang perintah-perintah Tuhan dan mendekatkan dirinya dengan maksiat. Neraka merupakan tempat penyiksaan umat manusia atas dosa-dosa yang dilakukannya semasa hidup di dunia. Lantas siapa sajakah calon penghuninya ?

Kala itu Rasulullah SAW bersabda, yang artinya :

“Aku diperlihatkan di surga. Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum fakir. Lalu aku diperlihatkan neraka dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah para wanita.” (HR. Bukhari, 3241 dan Muslim, 2737)

Ketika Tuhan menurunkan Adam ke bumi. Kala itu Tuhan juga menurunkan Hawa untuk menemani kesendirian Adam. Wanita adalah salah satu makhluk yang menjadi perhiasan dunia. Memang tidak dapat dipungkiri, wanita adalah satu-satunya makhluk yang paling indah di galaxy tata surya ini.

Untaian demi untaian kalimat yang membahas keindahan wanita nampaknya terbantahkan bila Anda telah membaca arti dari sabda Rasulullah SAW di atas. HR. Bukhari, 3241 dan Muslim, 2737 menjelaskan, bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah wanita. Wanita adalah makhluk terindah dan terpercaya. Mungkinkah wanita adalah calon penghuninya ?

Sudah jelas, surga adalah tempat bagi mereka yang semasa hidupnya menjadi manusia yang patuh akan perintah Tuhan. Kala itu manusia yang sibuk dengan aktivitas duniawi lupa bahwa kehidupan yang dijalaninya kelak bukan hanya di dunia, melainkan kehidupan yang kekal dan abadi adalah di akhirat. Manusia menyibukan dirinya dengan pekerjaan, mendahulukan kenikmatan yang bertentangan dengan aqidah dan sengaja menjerumuskan diri ke pintu neraka.

Ketika kehidupan duniawi menjadi prioritas bagi manusia, mereka lalai akan kewajibannya. Satu dua negara di dunia ini pasti memiliki penduduk dengan kepercayaan “ateisme”. Kala itu manusia sudah tidak mempercayai adanya perwujudan ghaib (Tuhan). Tuhan pun murka dan memporakporandakan dunia ini dengan mendatangkan sebuah bencana besar yang akan memusnahkan seisi bumi.

Menukarkan harga diri dengan materi dan hanyut dengan budaya-budaya yang bertentangan dengan aqidah Islam adalah sedikit kesalahan yang paling sering dilakukan oleh wanita. Sadar diri bahwa kita adalah manusia yang diciptakan-Nya adalah bentuk tawakal yang patut diterapkan dalam kehidupan. Anggap sabda Rasul sebagai sebuah peringatan kepada kita, bilamana sebagai manusia Anda masih memiliki sisi kepercayaan adanya Tuhan, maka itu adalah modal utama untuk bisa menjadi ahli surga dan bukan penghuni neraka.

Sudah jelas, neraka adalah tempat hunian bagi mereka yang memiliki kepercayaan ateisme. Terlahir menjadi kaum muslim sejak lahir adalah suatu berkah bagi kita semua. Bagaimana bisa ? Tentu saja bisa, dan itu disebut juga dengan keberkahan sebab dengan dilahirkannya kita sebagai muslim, maka kesempatan pula bagi kita untuk bisa belajar tentang segala hal yang berkaitan dengan Islam mulai dari usia dini, sehingga kelak kita dewasa bisa menjadi muslim yang baik.

Muslim yang baik adalah mereka yang senantiasa mematuhi segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Bukan perkara mudah untuk bisa menjadi ahli surga dan adalah cara yang paling mudah untuk bisa mendekatkan diri dengan pintu neraka. Perkara utama untuk bisa menjadi muslim yang baik bukan hanya menjalankan kewajiban sebagai muslim, namun juga bagaimana seorang muslim memahami aqidah Islam yang benar.

Sebagai contoh sikap yang mencerminkan aqidah Islam yang dibenarkan adalah, ketika seorang muslim memutuskan diri untuk bertabbaruk. Bilamana keputusannya bertabarruk adalah semata-mata untuk mendekatkan diri dengan Tuhan Semesta Alam dengan Mani Gajah, Bulu Perindu, Batu Mulia, Rajah dan Azimat sebagai perantaranya. Maka contoh sikap tabarruk seperti ini bisa dikatakan sebagai perilaku yang sah-sah saja.

Kaum wanita mungkin merasa berkecil hati setelah membaca arti dari sabda Rasul yang dituliskan di atas. Perlu Anda ketahui, Tuhan Maha Adil dan keadilan tersebut berlaku bagi semua umatnya. Jadi bukan berarti sabda Rasul sebagaimana yang dituliskan artinya di atas memojokkan posisi wanita sebagai calon penghuni neraka. Akan tetapi Rasul memberikan peringatan kepada wanita agar senantiasa menjadi muslimah yang baik sehingga selamat dari siksa neraka.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *