Niat Berbeda Dalam Penyembelihan Qurban?

Niat-Berbeda-Dalam-Penyembelihan-Qurban

Melakukan iuran bersama-sama untuk berkurban merupakan kejadian yang sudah biasa untuk sekarang ini. Seperti berkurban dengan sapi untuk tujuh orang. Namun bagai mana apabila ada salah satu darinya yang ikut iuran tersebut niat tidak untuk berqurban melainkan untuk aqiqah. Pertanyaannya apakah boleh niat yang berbeda seperti itu? Dan bagaimana status hewan tersebut?

Tidak diragukan lagi bahwa apresiasi masyarakat terhadap anjuran berqurban tiap tahun semakin meningkat. Hal ini tentunya sangat menggembirakan bagi kaum muslimin atas semakin tumbuh dan berkembangnya semangat serta kesadaran untuk berqurban yang akan berdampak berkurangnya kesenjangan sosial di tengah masyarakat.

Kita berharap semangat yang kian meningkat ini tidak hanya berhenti sampai di sini saja, bahkan untuk ibadah-ibadah sosial yang lain juga mengalami peningkatan serupa seperti mengeluarkan zakat, infaq, sedekah, menyantuni anak yatim dan lain sebagainya.

Untuk aturan mengenai qurban sebagaimana yang telah dilaksanakan oleh Rasulullah saw adalah bahwasan nya seekor sapi telah mencukupi untuk qurban tujuh orang. Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh imam Muslim dari sahabat Jabir ra:

Artinya: Dari Jabir bin Abdillah berkata, “kami menunaikan haji bersama Rasulullah saw, kemudian kami menyembelih unta untuk tujuh orang dan sapi atau lembu juga untuk tujuh orang.”

Dari hadis ini dan hadis-hadis lain yang bermakna serupa, mayoritas ulama fiqih kemudian menjadikannya sebagai dasar terpenuhinya seekor sapi atau lembu untuk tujuh orang yang berqurban. Permasalahan yang timbul adalah apabila ada tujuh orang yang bersekutu untuk menyembelih seekor sapi dengan niat berbeda sebagaimana pertanyaan yang ada diatas.

Dengan mengacu kitab “Hasyiyah Bujairimi ala al-Minhaj” karya Sulaiman bin Muhammad bin Umar Al-Bujairami, status hewan tersebut tetap sah dijadikan qurban bagi mereka yang berniat demikian (berqurban), sementara yang berniat aqiqah juga terpenuhi aqiqah nya dengan penyembelihan tersebut.

Artinya: Seekor unta atau sapi cukup untuk qurban tujuh orang. Kata “untuk tujuh orang” baik sebagian diantara tujuh orang menginginkan (niat) berqurban dan yang lain hanya bermaksud mendapatkan daging semata.

Dari rujukan yang kami pergunakan ini dapat dipahami bahwa meskipun diantara tujuh orang yang membeli dan menyembelih seekor sapi tersebut berniat bukan untuk qurban, maka tidak akan membatalkan keabsahan orang yang berqurban. Masing-masing dari mereka tetap memperoleh apa yang diniatkan. Mudah-mudahan artikel ini semakin menggerakkan kita untuk lebih peduli terhadap sesama sehingga kesenjangan sosial ditengah-tengah masyarakat akan semakin berkurang.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *