Pesugihan Ilmu Hitam: Dosa

pesugihan-hitam

Kekayaan dan harta yang diberikan oleh Allah SWT hanya lah sebagai titipan dan tidak berarti apa-apa di dunia ini. memang benar, untuk mencukupi kebutuhan manusia harus lebih kreaktif dan pandai dalam mencari harta. Namun, jangan hanya karena harta kita sampai lupa terhadap sang pencipta.

Terkadang ada sebuah cerita yang justru membuat saya geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak? Di zaman yang semua serba bisa seperti ini masih saja ada orang-orang yang berpikiran kuno. Artinya, mereka yang dengan gambrang menginginkan sebuah pesugihan. Entah itu tuyul, genderuwo, atau pesugihan-pesugihan lain yang berbasis ilmu hitam. Jenis pesugihan seperti itu kan instan.

Untungnya hanya beberapa saja yang menginginkan hal tersebut. Sebenernya label pesugihan tidak hanya dengan serta merta bertuliskan ‘syirik’ atau pun ‘sesat’. Masih banyak pesugihan-pesugihan lain yang menganut sistem pesugihan putih.

Lalu bedanya?

Pesugihan hitam biasanya lebih sering menggunakan tumbal nyawa sebagai pengganti dari harta yang telah di berikan oleh si makhluk halus yang bekerja sama tersebut. Tak jarang pula ada beberapa yang justru menginginkan tumbal sanak saudaranya sendiri. Dengan begitu, harta yang didapatnya akan jauh lebih banyak dari jumlah yang telah diinginkan.

Apakah uang yang telah diberikan kepada si peminta pesugihan adalah uang yang nyata? Umumnya memang tidak nyata. Syaitan atau pun makhluk halus yang kafir memang senang menipu daya manusia. Bisa jadi yang diberikan tersebut bukan uang, melainkan hanya dedaunan atau malah beberapa sobekan kertas koran.

Jika pesugihan hitam meminta tumbal nyawa sebagai gantinya, beda lagi dengan pesugihan putih. Pesugihan ini lebih menjurus kearah usaha batiniyyah. Dimana orang yang meminta pesugihan putih hanya menganggap bahwa hal ini sebagai sarana dan tidak langsung men-Tuhan-kan pesugihan tersebut. pesugihan putih umumnya berisi tentang amalan-amalan dengan cara mendekatkan diri kepada sang pencipta.

Banyak pakar ilmu agama mengatakan bahwa semacam ini dikatakan ‘boleh’ dengan catatan hanya memohon kepada Allah SWT semata.

Pesugihan hitam sama halnya dengan bersekutu kepada syaitan. Meminta bantuan kepada selain Allah.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya orang yang menyekutukan sesuatu dengan Allah maka pasti Allah mengharamkan kepadanya syurga, dan tempatnya neraka, tidaklah ada bagi orang-orang dzalim itu seorang penolong pun” (Al Maidah : 72).

Jadi jangan lah kita mempunyai niatan untuk menyekutukan Allah. Karena pada dasarnya, niat adalah tahap utama yang dilakukan ketika hendak melakukan sesuatu. Sama halnya dengan niat sebelum melakukan solat. Berbeda solat maka berbeda pula niatan yang akan diucapkan.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *