Saat Manusia Tak Takut Lagi Dengan Neraka

gambaran-siksa-neraka

Sebagian besar umat manusia bila ditanya tentang gambaran neraka mereka akan takut serta merunduk dan menghadap Sang Pencipta untuk memohon ampunan-Nya. Jika kita ditanya, “apakah Anda takut dengan neraka ?” Sudah pasti kita akan menjawab, “Ya saya sangat takut dengan neraka”. Kendati demikian ada beberapa diantara umat manusia yang tidak takut dengan siksa neraka. Lantas bagaimana kita menyikapi hal tersebut ? Saat Manusia Tak Takut Lagi Dengan Neraka, apakah Anda juga akan mengikuti langkah mereka dengan tidak mengimani adanya Tuhan Semesta Alam.

Sering kali kita jumpai pada kehidupan nyata sebuah pengakuan diri yang menyatakan bahwa dirinya sangat takut dengan neraka. Namun pada kenyataannya kita justru berani melakukan amalan-amalan yang dapat menjerumuskan diri kita ke neraka. Seandainya Tuhan memperlihatkan gambaran neraka secara nyata dan terlihat dengan mata kita, apakah Anda masih tersenyum dan bahagia dengan sikap dan tindakan yang Anda lakukan.

Betapa Kuasanya Tuhan yang telah menciptakan alam semesta ini dan betapa dahsyatnya siksa neraka. Sebagaimana firman Allah Ta’ala yang memberikan gambaran akan tempat bagi umat manusia (neraka) yang tidak pernah mentaati segala aturan-Nya.

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا

Artinya : “Dan orang-orang yang berkata “ Ya Tuhan kami, jauhkan adzab Jahannam dari kami, sesungguhnya adzabnya itu adalah kebinasaan yang kekal. Sesungguhnya Jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman” (QS. Al Furqan: 65-66)

Dunia hanyalah tempat bersinggah sementara waktu bagi umat manusia. Dunia hanyalah tempat dimana kita bisa makan, minum dan tidur untuk kemudian kita akan kembali lagi menghadap pada Sang Pencipta. Renungkan lah akan hal ini ! Apakah kita tidak merasa takut jika Tuhan telah murka dan memasukkan kita ke dalam api neraka.

Mengimani akan keberadaan-Nya namun sikap dan tindakan kita justru bertentangan dengan perintah-Nya. Sebagai contoh ketika pola pikir manusia telah terbujuk olah tipu daya dan rayu syaitan. Syaitan dengan akal licik yang dimilikinya berusaha untuk mengelabuhi umat manusia hingga keluar dari jalan Tuhan dan menentang-Nya.

Dalam kehidupan nyata tidak sedikit kita jumpai umat manusia entah secara disengaja ataupun tidak menyalahgunakan Sikap Tabarruk. Tabarruk atau mengharapkan keberkahan dari seseorang atau sesuatu yang diyakininya dapat dijadikan sebagai panutan, kepercayaan dan media atau alat bantu yang diyakini mampu menghadirkan keberkahan adalah sikap atau tindakan yang dianggap sah-sah saja bagi sebagian ulama. Namun tidak sedikit dari umat manusia mengambil cara yang salah dalam bertabarruk sehingga mereka melepas kepercayaannya kepada Tuhan dan mempercayai benda mati layaknya sebagai Tuhan Semesta Alam.

Perlu Anda ketahui bahwa media atau sarana yang Anda gunakan ketika tabarruk sama halnya ketika Anda meminum obat sakit kepala saat pusing. Benda, media ataupun sarana sebagaimana Mani Gajah, Bulu Perindu, Batu Mulia dan Tasbih Karomah yang Anda yakni dapat memberikan berkah dapat diibaratkan sama halnya obat sakit kepala. Kita tahu bahwa obat tidak akan pernah bisa memberikan kesembuhan kepada kita kecuali atas ijin dari Tuhan Semesta Alam, begitu pula dengan media atau sarana yang sudah disebutkan sebelumnya. Media atau sarana yang digunakan dalam bertabarruk tidak akan pernah memberikan barokah kepada penggunanya tanpa ijin dari Tuhan Yang Maha Esa.

Jika obat sakit kepada memberikan reaksi fisik kepada penggunanya sehingga sakit kepala yang dirasakan dapat berangsur hilang. Tidak jauh beda dengan reaksi Mani Gajah, Bulu Perindu, Batu Mulia dan Tasbih Karomah ketika digunakan dalam bertabarruk. Media atau sarana supranatural tersebut akan memberikan reaksi metafisik kepada pemiliknya sehingga dapat memicu peningkatan percaya diri yang pada akhirnya dapat memberikan dorongan semangat dalam menghadapi kehidupan.

Perlu Anda ketahui bahwa segala sesuatu yang didasari dengan kepercayaan diri akan memberikan hasil yang memuaskan. Begitu pula ketika Anda datang ke dokter untuk memeriksakan sakit yang Anda derita. Tanpa adanya keyakinan yang Anda miliki terhadap dokter yang memeriksa Anda, maka mustahil sakit yang Anda derita akan sembuh.

Menyikapi akan perpaduan budaya yang tiap tahunnya semakin menjadi-jadi. Alangkah baiknya Anda tetap berpegang teguh dengan pendirian yang sebelumnya Anda yakni. Janganlah hanya karena mengikuti budaya luar Anda menjadi golongan umat manusia yang akan menghuni neraka. Dan, janganlah Anda tertipu oleh muslihat syaitan yang senantiasa membujuk umat manusia untuk tidak mengimani Tuhan sebagai Semesta Alam. Sebab, Saat Manusia Tak Takut Lagi Dengan Neraka, maka itu artinya dunia ini semakin dekat dengan kiamat.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *