Siapakah Yang Disebut Wali Allah ?

siapakah yang disebut wali allah

Mayoritas orang di dunia ini berpikir bawah Wali Allah identik dengan penampilan bersorban, mengenakan pakaian warna putih dan terlihat amat sangat shalih di depan khalayak. Namun apakah dari segi penampilannya saja itu dapat disebut dengan Wali Allah ? Jika bukan, lantas Siapakah Yang Disebut Wali Allah ?

Pengertian akan Wali Allah sebenarnya sudah dijelaskan pada Al-Qur’an yakni QS. Yunus: 62-63 yang artinya :

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” (QS. Yunus: 62-63)

Siapakah Yang Disebut Wali AllahPerlu Anda ketahui, secara bahasa Wali memiliki arti yakni al qorib”  yang artinya “dekat”. Sementara pengertian Wali Allah dalam bahasa Indonesia adalah seorang hamba Allah yang memiliki kedekatan dengan Allah karena sebab kegemarannya dalam melakukan ketaatan dan menjauhi segala bentuk larangan (maksiat). Sedangkan Allah pun pernah menafsirkan Wali Allah dengan pengertian, mereka yang beriman dan bertakwa atas segala perintah dan larangan yang diserukan Allah, maka ia lah yang dianggap sebagai Wali Allah.

Allah Ta’ala akan memberikan Karomah kepada Wali-Wali yang dipercayainya. Karomah sendiri merupakan sebuah bentuk keajaiban yang diberikan oleh Allah kepada seorang hamba atas bentuk ketaatan, kesabaran dan keimanannya selama melaksanakan perintah-perintah yang diserukan oleh Allah. Kendati demikian, sebagai sesama seorang hamba yang diciptakan oleh Allah. Kita sebagai manusia biasa yang tidak diberkahi dengan Karomah tidak seharusnya bersedih dengan Karomah yang diberikan Allah kepada para Wali-Wali yang diutusnya.

Pada hakikatnya kita sebagai seorang manusia tidak akan pernah bisa mendapatkan Karomah layaknya berkah luar biasa yang diperoleh oleh Wali Allah. Kendati demikian Allah selalu bersikap adil kepada hamba-hambanya. Mereka (bukan Wali Allah) yang taat, sabar, mau beristiqomah serta mematuhi segala perintah dan menjauhi segala larangannya akan dianugerahi Ma’unah sebagai bentuk tanda kecintaan Allah kepada setiap makhluk yang diciptakannya.

Ma’unah merupakan keajaiban yang diberikan kepada seorang hamba (bukan Wali). Mereka yang mendapatkan Ma’unah sering kali tidak pernah sadar akan bentuk keajaiban yang diberikan Allah kepada dirinya. Sebagai contoh dalam kehidupan nyata adalah :

Seorang pasangan suami istri pemilik Tasbih Karomah senantiasa mengamalkan bacaan wirid sebanyak satu putaran Tasbih Karomah usai menunaikan shalat wajib. Pasangan suami istri tersebut mendapati kesulitan dalam mendapatkan keturunan. Diagnosis dari dokter menyatakan bahwa sang istri dinyatakan memiliki kista yang berdampak pada proses pembuahan sehingga pasangan suami istri tersebut harus mengurung niatnya untuk memiliki keturunan.

Di saat pasangan suami istri tersebut hampir merasa putus asa dengan usaha lahir batin yang dilakukannya, tiba-tiba Allah memberikan Ma’unah kepada pasangan suami istri tersebut. Diagnosis dokter yang menyatakan bahwa sang istri memiliki kista dengan diameter yang cukup besar ternyata tiba-tiba hilang dan sang istri pun dinyatakan telah mengandung selama 1 bulan.

Dari kisah di atas yang diceritakan menyimpulkan bahwa Allah senantiasa bersikap adil kepada hambanya. Asalkan sebagai seorang hamba Anda senantiasa menjauhi segala bentuk larangannya dan mentaati segala perintahnya, maka Allah akan memberikan pertolongan kepada Anda dalam bentuk pertolongan yang berbeda, seperti  Rajah & Azimat, Mani Gajah, Bulu Perindu dan Batu Mulia yang biasanya dianggap sebagai sarana supranatural yang dapat meningkatkan potensi dalam diri seseorang sehingga memicu peningkatan semangat atau kepercayaan diri dalam menjalani kehidupan di dunia ini.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *