Tahukah Anda Hari-hari Istimewa di Bulan Istimewa?

keutamaan bulan dzulhijjah

Pada dasarnya semua hari itu baik, namun diantara hari-hari baik tersebut ada beberapa hari yang diistimewakan oleh Allah Ta’ala. “Tidak ada hari yang paling disukai oleh Allah swt, dimana Dia disembah pada hari itu kecuali, sepuluh hari bulan Dzulhijjah. Puasa satu hari di dalamnya sama halnya dengan puasa satu tahun. Ibadah, shalat malam sekali pada malamnya seperti shalat malam selama satu tahun pula”

Bulan Dzulhijjah merupakan bulan yang diantara harinya terdapat hari istimewa, pada bulan Dzulhijjah ini semua umat islam dapat menjalankan rukun islam yang 5 (haji) atau melaksanakan qurban. Selain untuk naik haji dan berqurban bagi yang mampu kita juga bisa melaksanakan ibadah lain nya seperti puasa di tanggal bulan Dzulhijjah, yang mana apabila kita berhasil melakukan nya maka  kita akan mendapatkan nilai yang lebih baik dari bulan Dzulhijjah. Karena itulah bukti orang yang beruntung.

Maka dari itu marilah kita bersama-sama meningkatkan taqwa kepada Allah swt. Artinya semakin meningkatkan kewaspadaan kepada apapun yang mendorong diri dan jiwa ini melanggar berbagai larangan-Nya. Karena itulah bukti orang yang takut kepada-Nya.

Di bulan Dzulhijjah ini segeralah kita sadar diri betapa telah memasuki salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT, sepuluh hari istimewa dari tiga puluh hari yang diistimewakan Allah yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadhan (asyrul awakhir min ramadhan), 10 hari di awal bulan Dzulhijjah, dan 10 hari pertama pada bulan Muharram.

Di sini kami hanya ingin mengingatkan kembali bahwasannya di dalam sepuluh hari istimewa bulan Dzulhijjah ini terdapat tiga hari yang istimewa, yaitu tanggal 8 Dzulhijjah yang disebut dengan yaumu tarwiyah, tanggal 9 Dzil Hijjah yang disebut yaumul ‘arafah dan tanggal 10 Dzulhijjah yang disebut yaumun nahr. Rasulullah saw pernah bersabda sebagai berikut:

Dari Ibnu Abbas ra. ia berkata “Tidak ada hari di mana amal shaleh di dalamnya sangat dicintai oleh Allah  melebihi 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Para sahabat lantas bertanya “apakah amal itu dapat membandingi pahala jihad fi sabilillah?” bahkan amal pada 10 hari Dzulhijjah lebih baik dari pada jihad fi sabilillah kecuali jihad nya seorang lelaki yang mengorbankan dirinya, hartanya, dan dia kembali tanpa membawa semua itu (juga nyawanya) sehingga ia mati sahid. Tentu yang demikian itu (mati sahid) lebih baik.

“Tidak ada hari yang paling disukai oleh Allah swt,  dimana Dia disembah pada hari itu kecuali, sepuluh hari bulan Dzulhijjah. Puasa satu hari di dalamnya sama halnya dengan puasa satu tahun. Ibadah, shalat malam sekali pada malamnya seperti shalat malam selama satu tahun pula.”

Demikian dua hadits yang menggambarkan berbagai pahala yang disediakan Allah untuk menghargai hamba-hambanya yang beribadah di bulan Dzulhijjah. Tentunya hal ini juga bermakna bahwa Allah SWT juga mengistimewakan bulan Dzulhijjah. Jika Allah swt telah memuliakannya, lantas mengapa manusia masih mempertanyakan keistimewaannya? Sungguh sering kali manusia itu berbeda dalam kedunguan yang berlipat-lipat, karena lipatan nafsu yang semakin menebal.

Secara historis, Ibnu Abbas mencoba menerangkan bahwa dalam sejarahnya hari-hari di sepuluh pertama bulan Dzulhijjah ini adalah hari penuh makna karena terjadi berbagai peristiwa besar yang berhubungan pada perubahan kehidupan manusia selanjutnya. Berikut merupakan penjelasan Ibnu Abbas tentang 10 hari pertama bulan Dzulhijjah yakni:

  1. Hari pertama Dzulhijjah adalah hari pertama di maafkan nya Nabi Adam oleh Allah swt, setelah beberapa lama beliau meminta pengampunan atas kesalahannya memakan buah khuldi di surga. Oleh karena itu Rasulullah SAW pernah bersabda: “Barang siapa yang berpuasa di hari pertama bulan Dzulhijjah maka Allah akan memaafkan dosa-dosanya sebagaimana yang terjadi kepada Nabi Adam.”
  2. Hari kedua Dzulhijjah adalah hari diselamatkannya Nabi Yunus as oleh ikan Nun setelah beberapa hari berada di dalam perutnya sembari terus bertasbih dan beribadah kepada Allah swt. Pada hari inilah Nabi Yunus dipersilahkan keluar dari perut ikan Nun. Oleh karena itulah Rasulullah saw pernah bersabda: “Barang siapa beribadah di hari kedua bulan Dzulhijjah baginya pahala yang menyerupai ibadah satu tahun tanpa ada maksiat.”
  3. Hari ketiga Dzulhijjah adalah hari dikabulkan nya doa nabi Zakariya as. untuk kemudian dianugerahi seorang anak yang namanya Yahya.
  4. Adapun hari keempat Dzulhijjah adalah hari kelahiran Nabi Isa as.
  5. Hari kelima Dzulhijjah hari kelahiran Musa as.
  6. Hari keenam Dzulhijjah adalah hari-hari kemenangan para Nabi dalam memperjuangkan ajaran tauhid.
  7. Hari ketujuh bulan Dzul Hijjah adalah hari ditutupnya pintu neraka Jahannam. Oleh karena itu Rasulullah saw pernah bersabda: “Barang siapa berpuasa di hari ke tujuh bulan Dzul Hijjah akan ditutup tiga puluh kesulitan dalam hidupnya dan dibuka tiga puluh pintu kemudahan baginya.”
  8. Adapun hari kedelapan yang disebut dengan hari tarwiyah diantara fadhilah yang masyhur bagi mereka yang berpuasa pada hari tarwiyah maka baginya pahala yang sangat besar, yang karena sangat besarnya tiada yang tahu pasti ukurannya kecuali Allah SWT.
  9. Begitu pula hari kesembilan yang disebut dengan hari tasu’a, barang siapa yang berpuasa pada hari kesembilan maka pahala baginya seperti berpuasa selama enam puluh tahun.
  10. Hari kesepuluh dimana hari tersebut terjadi nya sebuah perintah Allah Ta’ala kepada Nabi Ibrohim as untuk menyembelih Nabi Ismail as, keikhlasan Nabi Ismail tersebut membuat pedang yang digunakan untuk menyembelih Nabi Ismail tumpul dan akhirnya Allah mengutus Malaikat Jibril untuk memberikan kambing untuk disembelih Nabi Ibrahim. Dari itu lah kaum muslimin diperintahkan oleh Allah untuk berkurban.

Demikian artikel kami, semoga di bulan Dzulhijjah, kita semua dapat manfaatkan kesempatan yang diberikan oleh Allah swt pada hari-hari selanjutnya. Semoga kita bukan termasuk orang yang lalai. Semoga Allah swt memberikan keadaan, kemauan dan kemampuan pada kita untuk memperbanyak ibadah di dalam bulan ini.

Sungguh kesadaran itu datangnya dari Allah Ta’ala, hanya melalui hidayah nya kita mampu menilai mana yang penting dan mana yang tidak penting dalam urusan ibadah. Semoga Allah tiada henti-hentinya memberikan kita kesadaran akan kebenaran petunjuk-Nya dan Juga Allah Ta’ala tiada henti-hentinya membagi rezeki kepada kita semua.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *